Banyak fasilitas industri masih mengandalkan valve manual yang dibuka dan ditutup dengan handwheel. Selama jumlahnya sedikit dan jarang dioperasikan, cara ini cukup. Namun ketika operasi menuntut respons cepat atau kontrol dari jarak jauh, valve manual bisa di-upgrade menjadi actuated valve dengan memasang electric actuator. AUMA sendiri memasukkan otomasi valve manual sebagai salah satu dari tiga kategori layanan retrofit, di samping modernisasi dan penggantian aktuator lama.
Tanda valve manual perlu diotomasi
- Valve dioperasikan berkali-kali dalam satu shift sehingga menyita waktu operator.
- Lokasi valve sulit atau berisiko dijangkau, misalnya di ketinggian, di dalam pit, atau di area tangki.
- Valve berukuran besar sehingga membutuhkan tenaga dan waktu lama untuk diputar manual.
- Proses membutuhkan respons cepat, misalnya isolasi jalur saat kondisi darurat.
- Status buka-tutup valve perlu terpantau langsung dari ruang kontrol (DCS atau PLC).
- Spare part atau mekanisme valve manual lama mulai sulit dirawat.
Apa yang berubah setelah valve diotomasi
- Valve dapat dioperasikan dari ruang kontrol melalui sinyal diskrit, analog, atau fieldbus.
- Posisi valve dan alarm terkirim kembali ke sistem kontrol secara real time.
- Limit switch dan torque switch melindungi valve dari beban berlebih saat valve tertahan.
- Operasi manual tetap tersedia lewat handwheel pada aktuator, misalnya saat listrik padam.
- Pilihan actuator controls AUMA mulai dari kontrol OPEN-CLOSE sederhana hingga versi berbasis mikrokontroler dengan pencatatan data operasi dan fieldbus interface.
Penjelasan dasar tentang cara kerja valve yang digerakkan aktuator elektrik ada di artikel Apa Itu MOV (Motor Operated Valve).
Data yang perlu disiapkan sebelum upgrade
Geser untuk melihat selengkapnya
Tahapan upgrade
- Asesmen di site: memeriksa kondisi valve dan mencatat data teknis.
- Pemilihan dan sizing aktuator serta adaptor mounting.
- Mounting aktuator pada valve dan alignment.
- Koneksi elektrikal dan integrasi dengan sistem kontrol atau fieldbus.
- Setting limit dan torque, pengujian fungsi, lalu commissioning.
- Laporan pekerjaan dan, bila diperlukan, training untuk operator.
Alur ini sejalan dengan tahapan retrofit AUMA (analisis kebutuhan, inspeksi di site, sizing, pemasangan, koneksi elektrikal, commissioning, dan laporan servis) serta layanan Installation & Commissioning TSI.
Pilihan aktuator AUMA
Geser untuk melihat selengkapnya
Pengalaman TSI
Riwayat pekerjaan TSI mencatat upgrade valve manual menjadi actuated valve AUMA sebagai salah satu pekerjaan upgrade dan retrofit. Tim TSI juga menangani installation and commissioning MOV AUMA di Fuel Terminal Samarinda, Fuel Terminal Tarakan, Terminal LPG Tanjung Perak, dan Integrated Terminal Pontianak. Rinciannya ada di halaman Projects.
FAQ
Apakah valve lama harus diganti?
Tidak selalu. Bila valve masih layak dan torsinya masih dalam batas, aktuator cukup dipasang dengan adaptor yang sesuai. Kondisi valve dipastikan saat asesmen di site.
Apakah valve tetap bisa dioperasikan manual?
Ya. Aktuator AUMA SA dilengkapi handwheel untuk operasi manual.
Berapa lama pekerjaan upgrade?
Tergantung jumlah valve, kondisi site, dan kesiapan sistem kontrol. Perkiraan waktu disampaikan setelah asesmen. Hubungi tim TSI melalui Contact Us.
Konsultasi dengan tim engineering TSI
Diskusikan kebutuhan aktuator, valve, atau pipe support di site Anda.
KONSULTASI TEKNIS




